Selasa, 02 Februari 2016

Pedoman Pendidikan AIK PTM

Buku Pedoman Pendidikan Al-Islam da Kemuhammadiyahan
Perguruan Tinggi Muhammadiyah


KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT Pedoman Pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) ini dapat diselesaikan. Buku ini dimaksudkan sebagai pedoman penyelenggaraan Pendidikan AIK di PTM  agar ada standarisasi baik standar kompetensi, isi, proses, evaluasi, dan sarana serta fasilitas. Tujuannya adalah agar pelaksanaan Pendidikan AIK dapat berlangsung secara efektif dan mencapai tujuan sebagaimana diharapkan.

Buku pedoman ini hanya memuat Pendidikan AIK yang bersifat standar, masing-masing PTM diberi kewenangan untuk melakukan improvisasi, terutama untuk program-program pengayaan. Bagi dosen pengampu mata kuliah AIK diwajibkan untuk menyusun Rencana Program Pembelajaran (RPP) yang disusun berdasarkan Deskripsi Perkuliahan dan Silabi AIK yang ada dalam buku pedoman ini.

Komitmen dan kepedulian semua pihak, terutama para pimpinan PTM dan seluruh dosen pengampu mata kuliah AIK untuk menerapkan buku pedoman ini sangat diharapkan, termasuk masukan dan saran untuk perbaikan di masa datang.

Akhirnya, semoga kehadiran buku pedoman ini bermanfaat untuk meningkatkan mutu Pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah.


Tim Penyusun

versi PDF buku ini dapat diunduh DISINI

Dosen AIK...



Dosen Agama Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK)
STIKES 'Aisyiyah Yogyakarta

    Kalimat di atas memiliki arti istimewa bagi saya. Mengapa? Karena kalimat yang saya terima tadi siang tersebut merupakan tonggak sejarah baru perjalanan kehidupan saya.
Saya merasa terlahir kembali sebagai seorang manusia. Selama ini saya merasa sebagai anak durhaka penuh bergelimang dosa karena tidak pernah mampu membahagiakan ibu saya. Saya diliputi perasaan bersalah. Saya tidak pernah berharga sebagai manusia. Sudah disekolahkan sampai sarjana, Gadjah Mada pula, e tapi kok yo serasa masih berjalan di tempat saja.

    Karenanya saya merasa lega mendengar hal ini. Setidaknya saya bisa sedikit membahagiakan Ibu karena anaknya saat ini sudah bekerja untuk mengamalkan ilmunya. Bahwa menikah, memiliki suami, mengurus dan merawat empat anak, mengajar ngaji di TPA, mengelola Sekolah Balita, menjadi narasumber pendidikan anak usia dini, itu hanyalah cukup sebagai hiburan saya saja, geliat hamba mencari kasih sayang Allah.

    Astaghfirullah..
    Subhanallah.. Alhamdulillah.. Allahu akbar..
    Bismillah..

Saatnya aku punya kesempatan untuk membaca dan menulis. Semoga.

28 Agustus 2015 | 05.09